Rabu, 07 September 2011

My PSK Guitar

Awalnya dah moncrot make guitar dengan bridge up down, susah nge-tunenya abis itu dikit-dikit fals. Apalagi pas maen pake handle, pas lagi up sih nggak apa-apa suaranya ngik..nguk… bisa balik ke stelan awal tapi pas maen down suaranya jadi nguk…nguk… nggak bisa balik ngik lagi. Pagasnya emang busuk tuh tapi males juga beli pegas baru lagi mending aku jual aja sekalian deh Ibanez RG aku.

Meskipun begitu tapi aku sebenernya suka karakter suara Ibanez aku. Body dari kayu mahogany yang karakternya warm dan neck dari kayu maple yang karakternya kering atau bright. Untuk itu aku pengen custom guitar dengan bahan yang sama dengan Ibanez aku. Setelah nyari info tentang harga, aku dapat kisaran harga standar yaitu 2 juta. Harga segitu udah termasuk pick up, bridge dan tuner.

Tiba-tiba malah ketemu guitar murah di internet. Jujur aja, aku pertama kali tertarik guitar ini karena bentuknya. Bentuknya ini guitar model PRS (Panjul Reed Smith), yang dipake sama Santana itu lho, yang mirip-mirip Gibson Les Panjul. Beneran nih, aku emang kepingin guitar model PRS dari dulu. Nggak tau kenapa, mungkin karena dulu dah pernah make fender dan Ibanez, sekarang pengen bentuk yang agak beda.

Yang bikin kaget juga itu speknya gan. Setelah aku liat di webnya ternyata guitar ini make kayu mahogany pada bodynya dan maple di necknya. Wah, sesuai hasrat neh pikirku. Dan yang nggak kalah penting, guitar ini make fix bridge (bye…bye up down bridge) ditambah pick upnya yang udah humbacker jadinya bisa maen gain tinggi lagi nih. Akhirnya aku putusin pesen guitar ini dengan harga yang menurut aku tergolong sangat murah cuma 800 ribu rupiah. Cuma sayangnya aku nggak dapet yang warna merah karena stocknya habis jadi dapet warna coklat-coklat merah.

Sambil nunggu guitar dikirim ke tempatku, aku nggak terlalu berharap dapat guitar yang bener-bener sesuai keinginan aku. Ya maklumlah dengan harga segitu tapi speknya udah lumayan bagus. Paling juga ntar dapet guitar yang finishing catnya belepotan atau yang necknya amburadul dan mesti adjusting lagi truss rodnya atau dapat guitar yang necknya kagak enak dipegang. Pertama udah pesimis juga tapi ya wajar dengan dengan harga segitu, nggak berani berharap lebih.

Dan hari itu datang juga. Sempet telpon-telponan lama sama kurir yang ngantar guitar gara-gara nyasar pas nyari alamat. Akhirnya ketemu juga, kondisi guitar masih dibungkus kardus langsung ane bawa ke kamar buat dibuka. Pandangan pertama langsung jatuh cinta sama guitar ini. Ternyata finishingnya mulus kaya’ pahanya Vicky Shu, pick up dan bridgenya masih nginclong dan bentuknya bener-bener PRS banget. Yang bikin kaget lagi adalah guitar ini adalah guitar bolot, maksudnya bolt on (neck sama body nggak bisa maen comot) dan ini merupakan solid guitar (nggak pake lubang di body bagian belakang, yang suka tusbol silahkan kecewa). Paling nggak guitar ini melebihi ekspetasi awal aku. Cuma fretnya ini yang agak kacau, masih kasar banget dan amburadul. Mesti dirapiin lagi pake ampelas buat ngilangin buzzing fret. Untungnya necknya lumayan lurus jadi nggak perlu lagi setting playbilytinya.

Soal suara, guitar ini menurut aku lebih enak di brightnya. Kalo make suara yang warmnya agak sedikit kasar. Nggak seenak suara Ibanez sih tapi secara keseluruhan aku puas sama guitar ini. Apalagi kalo digabungin sama krank distortion, hasil soundnya bisa kresnyes-krenyes seperti wafer tango.

Karena guitar ini adalah guitar plagiat dari PRS guitar maka aku namakan guitar ini dengan nama PSK guitar. Guitar buatan lokal pertamaku (yeah, aku cinta Indonesia) dan guitar satu-satunya yang aku punya saat ini.

Parasomnia Exploding Head Syndrome


Tidur adalah salah satu aktifitas penting seseorang, malah bisa dijadikan hobi karena memberikan kenikmatan tersendiri, seperti temen saya kogori mori yang hobi tidur di kelas. Kenikmatan dunia salah satunya ya tidur selain makan dan wanita. Jadi tidur sangatlah penting selain sebagai istirahat terbaik juga bisa mengengbangkan bakat terpendam (ingat kogori mori lagi).

Masalahnya kadang-kadang, lagi enakan tidur ada yang ngebangunin. Disenggol kek, diusilin kek, digampar kek…sama seperti kejadian yang baru saja saya alami. Kejadiannya pada hari ketiga setelah lebaran kemaren, aku sendirian dirumah karena kedua kakak cewek aku ke rumah mertuanya sedangkan satu-satunya kakak cowok aku nggak pernah pulang kalo pas lebaran (sakit emang tuh anak…) jadi terpaksa dirumah cuma sama bapak tapi berhubung bapak di toko ya dengan sangat terpaksa mesti jaga rumah sendirian. Malamnya pas tidur ada yang ngetuk pintu, aku langsung bangun dan buka pintu kirain bapak aku yang datang, ternyata bukan. Setelah itu tidur lagi dengan susah payah soalnya aku termasuk orang yang susah tidur tapi kalo dah tidur susah bangun. Datang lagi tuh ketukan pintu yang kedua, dalam hati udah ngomong “monyet, siapa yang malem-malem datang ke rumah” tapi kali ini nggak tak bukain pintu tapi aku intip lewat jendela, aku cari-cari tapi tetep nggak ada yang nongol, balik tidur lagi deh. Abis itu tetep dibangunin lagi sama suara ketukan pintu tapi yang ketiga ini aku nggak peduli, bablas tidur lagi aja lebih enak.

Paginya aku browsing buat nyari tahu sebenarnya kejadian apa semalem. Mulai dari cerita horror, tafsir mimpi, cerita stensilan murahan, situs bangbross, forum xenology, dan guitar.com akhirnya aku ketemu sama artikel yang menarik dari news medical dan Wikipedia. Isinya begini “The exploding head syndrome was first described in 1920 by the Welsh physician and psychiatrist Robert Armstrong-Jones. He characterized this condition as an exploding sensation in the head. Patients were awakened from their sleep by this event and the sensation persisted for several seconds. A detailed description of the syndrome was given by British neurologist John M. S. Pearce in 1989, who noted that it was most common in patients that were more than 50 years old

Exploding head syndrome is a condition that causes the sufferer to occasionally experience a tremendously loud noise as originating from within his or her own head, usually described as the sound of an explosion, gunshot, door slamming, roar, waves crashing against rocks, loud voices, a ringing noise, the terrific bang on a tin tray, or the sound of an electrical arcing (buzzing). In some cases an instant flash of what is perceived as video "static" is reported.

Ternyata suara ketukan pintu semalem terjadi dari dalam kepalaku sendiri. Exploding head syndrome merupakan salah satu bagian dari parasomnia. Parasomnia termasuk dalam sleep disorder, yang termasuk dari parasomnia juga macem-macem seperti mimpi buruk, halusinasi dalam tidur pas dalam kondisi REM, terror tengah malam (ini biasanya terjadi pada anak-anak, gejalanya pas tidur tiba-tiba teriak nggak jelas), tidur lumpuh atau sleep paralysis atau bahasa kerennya tindien (makanan sehari-hariku dulu dari kecil sampai kuliah tapi sekarang nggak lagi padahal pengen sleep paralysis biar bisa masuk ke lucid dream lewat cara wild), imsomnia (dah pada tahu kan…) dan perilaku normal seperti kegiatan sehari-hari tapi dalam tidur, seperti sleep walking (tidur sambil jalan), Nocturnal Eating Disorder (pernah ngalamin nggak? Biasanya tuh pas sahur, padahal udah makan banyak tapi paginya ngomong “tadi malem nggak sahur nih :hammer”) dan yang terakhir adalah yang paling aneh, namanya sexsomnia (sexsomnia adalah gangguan saat di mana seseorang melakukan aktivitas seks, padahal masih tidur. Dalam studi kasus 1996 dari tujuh orang yang mengidap sexsomnia, gangguan berkisar dari rintihan, masturbasi bahkan kekerasan seksual atau pemerkosaan.Setidaknya lima kasus, lima orang telah dibebaskan dari dakwaan kekerasan seksual dengan menyatakan bahwa mereka tertidur selama serangan itu…gile bener).

Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah kenapa aku ngalamin explode head syndrome? Apa karena maen petasan, liat amrozi, atau karena liat BANG…!!! Brossdotkom. Ternyata bukan itu penyebabnya. Penyebabnya bisa salah satu dari tiga hal ini:

1. Stress ; keliatannya nggak juga karena aku habis ngabisin suer dua minggu UAS dan sekarang rasanya dah plong liburan dirumah

2. Trauma ; trauma karena liat orang jelek mungkin iya tapi keliatannya nggak nyampe kebawa tidur

3. Pola hidup yang berubah ; kalo ini emang bener karena selama hampir suer dua minggu di rumah, aku secara gila-gilaan ngerubah waktu tidur. Dulu yang masih suka begadang sekarang jam sepuluh malam aja udah tak paksain tidur dan jam tiga atau maksimal jam lima pagi mau nggak mau udah mesti bangun. Ternyata jadi orang yang hidup normal itu emang susah…

Buat temen-temen yang punya gangguan tidur seperti saya, nyantai aja gan gak perlu takut kecuali kalo sampe ekstrim ngelakuin masokisme atau torture pas lagi sexsomnia, mesti butuh terapi kalo itu om.

Jumat, 02 September 2011

Rezeki Itu Seperti Ilmu Ember


Pada dasarnya Tuhan adalah Maha Pemberi, kita semua tahu itu tapi apa kita semua juga yakin bahwa Tuhan itu mau memberi segala apa yang kita minta. Banyak yang percaya “iya benar Tuhan itu pasti memberi apa yang kita minta”, tapi banyak juga yang dalam hati kecilnya berkata “Apa memang Tuhan itu pasti memberi apa yang kita minta? Kok selama ini do’a saya nggak pernah terkabul”

Masalah sebenarnya bukan Tuhan pasti memberi atau tidak tapi yang benar adalah apakah kita mampu dan mau menerima atau tidak. Ingat, manusia itu punya keterbatasan sedangkan Tuhan tidak punya. Ketika kita tak dapat lagi menampung sesuatu maka Tuhan nggak akan menambah sesuatu yang lain lagi kepada kita. Rezeki kita ibaratnya adalah sebuah ember. Tahu ember kan, bukan yang “yo’i book…emmbeeerrr” tapi ember yang buat ngangkut air. Sebesar mana kita mampu dan mau ngosongin ember kita, sebesar itu pula ember kita bisa menampung permintaan kita atau do’a kita.

Bukan masalah seberapa besar Tuhan mampu mengisi ember kita tapi kuat nampung nggak sih tuh ember. Sedekah kenapa bilang menambah rezeki ya karena sedekah itu mengosongkan ember kita biar bisa terisi lagi. Dan pastinya kalo Tuhan ngisi ember kita lagi tentu dengan sesuatu yang lebih baik. Jadi jangan harap jadi orang kikir bisa kaya karena dia nggak mau ngosongin embernya, diisi lagi juga bakalan tumpah, luber kemana-mana.

Lha kalo kasusnya gini nih, tiba-tiba isi ember kita diambil Tuhan? Gimana tuh, masa’ Tuhan iseng gitu. Jangan salah paham dulu boss, itu ada beberapa faktor yang mesti dicermati.

1. Yang pertama, Tuhan itu Maha Pemberi. Cuma masalahnya, kita itu nggak mau ngosongin ember kita padahal Tuhan bakalan ganti isi ember kita dengan sesuatu yang lebih baik. Jadi Tuhan sementara ngambil isi ember kita buat diisi lagi. Kitanya aja yang nggak nyadar, bawaannya yang apes lah, lagi sial lah, macem-macem dah alasannya.

2. Yang kedua itu, Tuhan mau nguji kita. Buat apa? Ya buat naik kelas, mana ada naik kelas nggak pakai ujian. Hayo , sekolah mana yang kalo kenaikan kelas nggak ada ujiannya???

Kalo kita lulus dengan baik ya rewardnya baik juga, ganti ruginya memuaskan. Isi embernya pasti diganti dengan sesuatu yang lebih baik. Nggak percaya? Nih aku ceritain tentang kejadian yang dialami kakakku.

Kakakku udah ngontrak dirumah yang sama selama hampir delapan tahun, tiba-tiba tuh si pemilik rumah ngusir kakakku gara-garanya difitnah sama tetangganya (tetangga ini kenal baik sama pemilik rumah). Ya udah deh, terpaksa ngungsi di rumah mbah. Parahnya lagi barang-barang kakakku seperti mesin cuci, kulkas dll nggak boleh dibawa. Sempet stress juga tuh, tapi tetep sabar, tetep nyari kontrakan lagi, tetep ngejalani hidup seperti biasa, tetep kerja seperti biasa. Tiba-tiba kemaren smsan sama aku isinya gini:

KK (kakak aku)

AK (aku)

KK : dibayar lunas…

emang aku tukang kredit? Lha emang lagi nyerahin mas kawin pas ijab kobul?

AK : ngutang?

KK : nggak, penderitaan selama ini ternyata udah dibayar lunas sama Allah

AK : dapet apaan, kontrakan baru?

KK : nggak lah, masa’ cuma diganti kontrakan doank. Mau dapet baby baru..

AK : wew… dapet pasangan baru? hancurlah rumah tanggamu kak…

KK : mau dapet anak le…

AK : hehehe…iya tahu, just kidding…

KK : kamu juga dapet tuh…

AK : apa??

KK : ponakan baru…

AK : ye, podo wae…

Bayangkan, Tuhan ngasih ganti rugi isi ember nggak tanggung-tanggung gan. Rumah kontrakan diganti dengan calon jabang bayi. Apa bisa dibandingin tuh nilainya, 10 kali lipat? 100 kali lipat? Atau 1000 kali lipat? Tetep nggak bisa dibandingin anak sama kontrakan rumah. Yang bisa cuma bandingin cakep mana tuh bayi kalo udah lahir sama aku, yang pasti sih sama-sama botak…

Untuk itu kalo dapet musibah, misal celana dalamnya ilang. Mestinya seneng tapi seneng bukan lantaran celana dalamnya belom dicuci tiga minggu jadi nggak usah repot-repot nyuci tapi seneng bakalan diganti celana dalam ilang itu sama sesuatu yang lebih baik, misalnya diganti celana dalam besi gitu. Temenku aja abis nabrak sampai motornya lecet juga masih senyam-senyum.

Napa senyam-senyum?

Abis nabrak didepan situ…hehehe…

Nabrak apa?

Kran air punyamu….