Jumat, 16 September 2011

kesandung mburi2 - shelate project.mp3 - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh - kesandung mburi2 - shelate project.mp3



Hasil eksperimen improvisasi (pasnya ngawur sebenernya) dari nuendo, ezdrum dan my PSK (paul shelate kepet) guitar akhirnya kelar juga. Meskipun pusing juga karena pas install nuendo terjadi error pada registrynya ditambah juga salah nginstall guitar rignya (karena ini software bajakan boss…hehe) yang berakibat mesti register dulu. Setelah nuendo, ezdrummer dan guitar rig beres ternyata masih dibuat bingung juga karena guitar rignya nggak mau keluar di nuendonya. Tapi semuanya sudah beres dan lahirlah lagu “kesandung mburi2”

Lagu “kesandung mburi2” awalnya adalah lagu ceria tapi berhubung selama take guitar satu saya kelaparan (warung makan sekitar kos saya masih tutup semua) hasilnya malah keluar lagu sedih. Saya memberi judul “kesandung mburi2” karena di bagian akhir lagu ada improvisasi saya yang melenceng dan saya nggak mau take ulang soalnya lagi males. Jadi saya namakan dengan “kesandung mburi2” yang artinya "sinetron tersanjung season 6”.

Yang mau dengerin lagu 'percobaan' saya silahkan di unduh...


kesandung mburi2 - shelate project.mp3 - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh - <a href="http://www.4shared.com/audio/4v9CD34R/kesandung_mburi2_-_shelate_pro.html" target="_blank">kesandung mburi2 - shelate project.mp3</a>

Jumat, 09 September 2011

Jadi Orang Gampangan


Aku akan membahas sedikit tentang ihsan melalui sudut pandang aku secara pribadi. Ihsan disini bukanlah nama tetanggaku atau teman sekelas aku dulu pas masih kecil karena ihsan yang aku maksud bukanlah seseorang. Ihsan yang aku maksud adalah sesuatu dalam diri seseorang yang bisa membuat cowok jadi gampangan, termasuk juga cewek. Gampangan seperti apa? Kita mesti kenal dulu yang namanya ihsan, baru kita tahu apa itu yang namanya “gampangan.”

Penasaran aku terhadap ihsan sebenarnya timbul setelah membaca novel yang berjudul Menatap Punggung Muhammad. Disitu diceritakan seorang non muslim yang bermimpi bertemu dengan Baginda Rasulullah dan berbincang dengan beliau yang membuat si pemuda dalam novel tersebut rindu dan membuatnya ingin mencari siapa Nabi Muhammad itu. Setelah menelusuri kisah-kisah perjalan Nabi Muhammad, pemuda ini malah menjadi kagum akan sifat dan sikap Nabi Muhammad meskipun dia adalah seorang non muslim. Salah satu penggalan kata-katanya dalam novel tersebut seperti ini "Apakah yang lebih besar daripada iman?" kata sosok Muhammad dalam mimpiku. Kebaikan, katanya tiba-tiba, melebihi apapun, adalah yang paling utama dari semuanya. Aku menyebutnya ihsan. dan pelan-pelan ia pergi, aku menatap punggung Muhammad yang menjauh.*no sara ya, jangan bawa-bawa sara. Mending bawa fara aja, yang suka masak di tipi-tipi itu..

Kalau seingat aku, Prof. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah pernah ngomong kalau ihsan itu adalah seimbang. Seperti telapak kaki yang tidak terlalu cembung dan tidak terlalu cekung sehingga jika berjalan dapat dengan lurus tidak miring. Seimbang dalam artian urusan dunia dan akherat, seimbang dalam hubungannya dengan Allah (habluminallah) dan hubungannya dengan manusia (habluminannas). Maksudnya adalah jika seseorang mempunyai ihsan maka selain rajin ibadah kepada Tuhan juga mempunyai hubungan sosial yang baik dalam lingkungannya. Yang simple-simple aja sih, contohnya begini. Si A punya piutang pada si B, lalu si A ngomong “udah, kamu bayar utangnya kapan-kapan aja kalau kamu punya uang lebih” atau “kamu bayar utangnya separo aja nggak apa-apa”. Meskipun si B mungkin bukan orang muslim, entah itu hindu, budha, kristen, katolik, yahudi atau bahkan majusi. Karena bagaimanapun juga, islam mengajarkan berbuat baik (ihsan) kepada sesama manusia. Sebagai contoh yang pernah Baginda Rasul lakukan seperti ini Terkisah seorang pengemis yahudi buta yang sepanjang hidup nya ia selalu menghina Nabi Muhammad. Setiap hari di pagi hari ia selalu mencaci, mengumpat, dan menghina Nabi Muhammad, "Muhammad pengikut setan", "Muhammad tukang sihir", "Muhammad penipu besar", dan masih banyak umpatan2 keji yang ditujukan kepada Nabi Muhammad. Namun setiap pagi pula Nabi Muhammad mendatangi pengemis yahudi itu dan memberinya makan, tanpa memberi tahu pengemis itu siapa dirinya sebenarnya.

Waktu demi waktu berlalu, hingga suatu saat Nabi Muhammad pun wafat. Para sahabat yang ditinggalkan sebisa mungkin meneruskan kebiasaan-kebiasaan Nabi sewaktu beliau hidup. Salah satu nya Abu Bakar, sahabat sekaligus mertua Nabi Muhammad, ia menanyakan kepada aisyah, istri Nabi Muhammad, tentang kebiasaan-kebiasaan Nabi Muhammad ketika masih hidup. Aisyah menjawab "Di ujung jalan menuju ke pasar, ada seorang pengemis yahudi, Nabi Muhammad ketika hidup selalu memberinya makan setiap pagi". Abu Bakar pun ingin meneruskan kebiasaan Nabi untuk memberi makan yahudi itu.

Pagi itu Abu Bakar pun mendatangi yahudi itu sambil membawa makanan. "Muhammad penipu", "Muhammad pengikut setan", "Muhammad tukan sihir", teriak pengemis itu. Abu Bakar yang berada disitu pun kaget, ia berpikir mengapa Nabi Muhammad memberi makan orang seperti ini, seorang yahudi yang selalu mencaci dan menghinanya. Namun dibuangnya jauh-jauh pikiran itu, yang saat itu ia pikirkan hanyalah meneruskan kebiasaaan Nabi.

"Hai orang tua, ini aku membawakan makanan untuk mu", kata Abu Bakar sambil memberikan makanan itu ke tangan si yahudi.

"terima kasih", jawab yahudi itu, "Siapa kau..?" tanya yahudi itu.

"Aku hanya orang biasa", jawab Abu Bakar.

"Kau bukan orang yang biasa mengantar makanan untuk ku", kata si yahudi.

"Dari mana kau tahu..? kau kan buta", kata Abu Bakar.

"Orang yang selalu mengantarkan makanan untuk ku, ia menaruhkan tangan ku di pundak nya, sehingga mudah bagiku untuk menggapainya, kemudian disuapinya aku. Makanan yang diberikan nya, dilembekkan nya terlebih dahulu, sehingga mudah bagiku untuk menelannya, itulah mengapa aku tahu kau bukan orang yang biasa mengantarkan makanan untuk ku".

Mendengar ucapan si yahudi, Abu Bakar pun tak kuasa menahan air matanya. Ia tak menyangka Nabi Muhammad melakukan hal tersebut kepada orang yang selalu menghina dan mencacinya.

"Benar, aku bukan orang yang biasa mengantarkan makanan untuk mu, orang yang kau maksud kini telah tiada, ia Nabi Muhammad SAW" sambut Abu Bakar.

Pengemis yahudi itu itu pun terdiam, tak lama ia menangis sekencang-kencangnya, ia meminta maaf kepada Abu Bakar, dan kemudian ia mengucapkan dua kalimat syahadat

Arti ihsan dari buku ESQ Power karangannya Ary Ginanjar Agustian yang aku baca adalah menyembah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat engkau. Sedangkan kata ihsan itu sendiri adalah sebuah kata kerja yang berarti berbuat atau menegakkan sesuatu dengan kualitas terbaik. Jadi jika seseorang yang memiliki ihsan dalam dirinya maka bisa dikatan bahwa orang itu mempunyai kualitas diri yang baik. Kualitas diri yang baik adalah yang mempunyai dimensi fisik (IQ) yang baik, dimensi emosi (EQ) yang baik dan tentunya punya juga mempunyai dimensi spiritual yang baik (SQ).

Orang yang mempunyai ihsan dalam diri mereka adalah seseorang yang selalu berbuat baik kepada sesama tanpa memandang perbedaan agama, status sosial atau pendidikan diantara mereka. Kalau aku sendiri mengatakan mereka adalah seorang yang gampangan, gampang memberikan pertolongan dan bantuan kepada saudara mereka yang dalam kesulitan. Gampang senyum, gampang tanggap terhadap situasi, gampang diajak ngobrol, gampang dijadikan tempat curhat, gampang dimintai pendapat atau nasehat dan bagi aku yang terpenting adalah mereka itu gampang “ngutangi” aku.

Rabu, 07 September 2011

My PSK Guitar

Awalnya dah moncrot make guitar dengan bridge up down, susah nge-tunenya abis itu dikit-dikit fals. Apalagi pas maen pake handle, pas lagi up sih nggak apa-apa suaranya ngik..nguk… bisa balik ke stelan awal tapi pas maen down suaranya jadi nguk…nguk… nggak bisa balik ngik lagi. Pagasnya emang busuk tuh tapi males juga beli pegas baru lagi mending aku jual aja sekalian deh Ibanez RG aku.

Meskipun begitu tapi aku sebenernya suka karakter suara Ibanez aku. Body dari kayu mahogany yang karakternya warm dan neck dari kayu maple yang karakternya kering atau bright. Untuk itu aku pengen custom guitar dengan bahan yang sama dengan Ibanez aku. Setelah nyari info tentang harga, aku dapat kisaran harga standar yaitu 2 juta. Harga segitu udah termasuk pick up, bridge dan tuner.

Tiba-tiba malah ketemu guitar murah di internet. Jujur aja, aku pertama kali tertarik guitar ini karena bentuknya. Bentuknya ini guitar model PRS (Panjul Reed Smith), yang dipake sama Santana itu lho, yang mirip-mirip Gibson Les Panjul. Beneran nih, aku emang kepingin guitar model PRS dari dulu. Nggak tau kenapa, mungkin karena dulu dah pernah make fender dan Ibanez, sekarang pengen bentuk yang agak beda.

Yang bikin kaget juga itu speknya gan. Setelah aku liat di webnya ternyata guitar ini make kayu mahogany pada bodynya dan maple di necknya. Wah, sesuai hasrat neh pikirku. Dan yang nggak kalah penting, guitar ini make fix bridge (bye…bye up down bridge) ditambah pick upnya yang udah humbacker jadinya bisa maen gain tinggi lagi nih. Akhirnya aku putusin pesen guitar ini dengan harga yang menurut aku tergolong sangat murah cuma 800 ribu rupiah. Cuma sayangnya aku nggak dapet yang warna merah karena stocknya habis jadi dapet warna coklat-coklat merah.

Sambil nunggu guitar dikirim ke tempatku, aku nggak terlalu berharap dapat guitar yang bener-bener sesuai keinginan aku. Ya maklumlah dengan harga segitu tapi speknya udah lumayan bagus. Paling juga ntar dapet guitar yang finishing catnya belepotan atau yang necknya amburadul dan mesti adjusting lagi truss rodnya atau dapat guitar yang necknya kagak enak dipegang. Pertama udah pesimis juga tapi ya wajar dengan dengan harga segitu, nggak berani berharap lebih.

Dan hari itu datang juga. Sempet telpon-telponan lama sama kurir yang ngantar guitar gara-gara nyasar pas nyari alamat. Akhirnya ketemu juga, kondisi guitar masih dibungkus kardus langsung ane bawa ke kamar buat dibuka. Pandangan pertama langsung jatuh cinta sama guitar ini. Ternyata finishingnya mulus kaya’ pahanya Vicky Shu, pick up dan bridgenya masih nginclong dan bentuknya bener-bener PRS banget. Yang bikin kaget lagi adalah guitar ini adalah guitar bolot, maksudnya bolt on (neck sama body nggak bisa maen comot) dan ini merupakan solid guitar (nggak pake lubang di body bagian belakang, yang suka tusbol silahkan kecewa). Paling nggak guitar ini melebihi ekspetasi awal aku. Cuma fretnya ini yang agak kacau, masih kasar banget dan amburadul. Mesti dirapiin lagi pake ampelas buat ngilangin buzzing fret. Untungnya necknya lumayan lurus jadi nggak perlu lagi setting playbilytinya.

Soal suara, guitar ini menurut aku lebih enak di brightnya. Kalo make suara yang warmnya agak sedikit kasar. Nggak seenak suara Ibanez sih tapi secara keseluruhan aku puas sama guitar ini. Apalagi kalo digabungin sama krank distortion, hasil soundnya bisa kresnyes-krenyes seperti wafer tango.

Karena guitar ini adalah guitar plagiat dari PRS guitar maka aku namakan guitar ini dengan nama PSK guitar. Guitar buatan lokal pertamaku (yeah, aku cinta Indonesia) dan guitar satu-satunya yang aku punya saat ini.